10 Mei 2020

Kau menangkan hatiku..


Semuanya berjalan seperti yang kau inginkan,
kau tersenyum bahagia saat pertama menemukan ku..
Minggu, 25 Agustus '05 saat karnaval di Samarinda ku..
tak ku kira, aku pun terpesona.. 
tak mampu aku sembunyikan perasaanku..

Sunyum manismu terbawa dalam mimpi-mimpiku..
Indahnya parasmu, menjajah hati ini..
hari-hari ku kembali berbunga..
Semangat ku kembali menyala..

Oh waktu.. jangan lah ini semua cepat berlalu..
Biarkan lah aku mencoba bahagia bersamanya..
Dia lah nafasku.. dia hidup ku..
Aku mencintainya.. sepenuhnya..

          kau disana, dan aku masih disini..
          Tiap hari kau sapa diriku dengan suara manja mu..
          seperti tersihir diri ini dibuatnya..
          Janji pun terucap untuk bersama selamanya..
          Janji ini akan diuji oleh jarak dan waktu..

Hati ini telah kau curi..
terbelenggu akan janji-janji manismu..

Betapa naif diri ini dibuatnya
lain dibibir, lain pula dihati..
Kau disana tak bisa menjaga sebuah arti kata setia,
kau mulai sekali berdusta..
aku tau, tapi apa mau dikata,
hati ini masih dibutakan dengan kata cinta..

Oh waktu.. mengapa kau pertemukan aku dengannya?
Kalau memang dia bukan untukku..
Kau sengaja mendua..
dan menyakiti ku dengan senyuman manismu..

Nyatanya janjimu tak semanis senyummu..
kau pergi sekehendak kau mau..
saat aku benar-benar mencintaimu..
sepertinya aku tak bisa hidup tanpamu..

          Yang kau tinggal hanya air mata dan kepedihan..
          hati ini yang terluka..
          perih.. sempurna sakitnya..
          semoga kau bahagia dengannya..

Kau memenangkan hati ini..
dan aku masih mencintaimu hingga saat ini..
tapi aku tak harus memiliki mu,
cinta ini tau, dimana harus berlabuh pada cinta yang sejati..

0 komentar:

Posting Komentar