- Adanya empat orang saksi laki-laki shaleh yang menyaksikan secara langsung perbuatan perzinahan. Seperti firman Allah dalam surat An-Nuur : 4. "Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik."
- Kalau hanya ada satu orang yang menyaksikan perbuatan zina, maka satu orang itu harus bersumpah atas nama Allah SWT sebanyak empat kali dan sumpah yang terakhir, kalau dia berbohong maka Allah akan melaknatnya.
- Pengakuan si pelaku kalau dia telah melakukan perbuatan tesebut, didasarkan beberapa hadits Nabi SAW. Ma’iz bin Al-Aslami, sahabat Rasulullah SAW dan seorang wanita dari Al-Ghamidiyyah dijatuhi hukuman rajam ketika keduanya mengaku telah berzina.
- Bukti-bukti, bukti ini bisa berupa hasil laboratorium yang menunjukan bahwa telah terjadi perzinahan. Tapi harus di ingat bahwa bukti tersebut harus 100% akurat.
05 Februari 2011
Hukuman Bagi Pezina
Wanita Sholehah
02 Februari 2011
Shalat Dhuha, Keutamaan dan Bacaan di Dalamnya
Pertanyaan:
Assalamualaikum Warohmatulloh…
Ana mau tanya tentang keutamaan Sholat Dhuha, apakah ada surat yang wajib dibaca (Wa dhuha wa laili idza…)? Atau bagaimana mohon penjelasannya. Terima kasih. Jazakumulloh khoir. Waalaikum salam warohmatulloh….
Jawaban:
Segala puji bagi Allah, satu-satunya sesembahan yang berhak untuk disembah. Shalawat dan salam tidak lupa kita tujukan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, para sahabatnya serta para pengikutnya dengan baik hingga hari kiamat. Sebelumnya kami memohon maaf atas keterlambatan jawaban kami. Adapun keutamaan-keutamaan sholat Dhuha di antaranya:
Pertama, sholat Dhuha merupakan salah satu wasiat Nabi, dalilnya adalah hadits dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Kekasihku (Nabi Muhammad) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat sholat Dhuha dan melakukan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari Muslim)
Kedua, sholat Dhuha dapat mencukupi sebagai sedekah bagi tiap ruas tulang bani Adam. Hal ini berdasarkan sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Tiap pagi ada kewajiban sedekah bagi tiap ruas tulang kalian, Setiap tasbih adalah sedekah, Setiap tahmid adalah sedekah, Setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan untuk melakukan kebaikan adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan semua itu dapat tercukupi dengan melakukan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR. Muslim)
Ketiga, sholat Dhuha merupakan sholatnya orang-orang yang bertaubat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.” (HR. Muslim). Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahumallah dalam Penjelasan Riyadush Shalihin menjelaskan bahwa sholat yang dimaksud adalah sholat Dhuha. Hadits ini juga menjelaskan bahwa waktu paling afdhol untuk melakukan sholat Dhuha adalah ketika matahari sudah terik.
Mengenai surat-surat yang dibaca setelah surat Al Fatihah, maka sepanjang pengetahuan kami, tidak ada dalil-dalil yang menyatakan tentang surat-surat khusus yang dibaca pada sholat ini. Jadi, kesimpulannya adalah boleh membaca surat apapun dalam Al Quran pada sholat Dhuha. Wallahu a’lam bishshowwab.
***
Penanya: Mega Sari
Dijawab oleh: Abu Uzair Boris (Alumni Ma’had Ilmi)
Murajaah: Ust Asas El Izzi, Lc. (Pengajar IslamicCentre Bin Baz)