28 Oktober 2010

Sayangilah Ia Sebelum Waktumu Habis


Seorang Ibu yang sudah tua duduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya:, “Itu burung apa yg berdiri disana?”
“Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan.

Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..

“Itu yang warna putih burung apa?”
Dengan sedikit kesal anaknya menjawab “ya bangau mama?…”

Kemudian ibunya kembali bertanya..

“Lantas itu burung apa?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang…
Dengan nada kesal si anak menjawab “ya bangau mama. kan sama saja!.. memangnya mama gak liat dia terbang?”

Air menetes dari sudut mata si ibu tua sambil berkata pelan..

“Dulu, 35 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali, sedangkan saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentakku 2 kali..”

Si anak tersentak, lalu memeluk mamanya.

Moral of this story
Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah orangtuamu dengan sungguh-sungguh!
Mohon ampunanlah jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.
Sesungguhnya ia sangat takut, takut akan waktunya yang cuma sebentar di dunia ini. Karna suatu hari nanti, ia tak akan bisa melihatmu tertawa, melihatmu marah, menangis, tak bisa mengajarimu, tak bisa melindungimu lagi. Bilamana hari itu tiba, akankah kau menangisi kepergiannya?

Source : http://gugling.com/sayangilah-ia-seb...umu-habis.html

26 Oktober 2010

Engkau dan Aku

Ketika cinta telah menunjukkan kemana arah yang harus kita tempuh, ikutlah meski itu akan sakit dan menitikkan air mata. Setelah kesedihan berlau, kebahagian akan terasa begitu indah. Tak ada jalan yang mudah untuk dilalui, meski terjal dan berliku karena kebahagian menunggu diujung perjalan kehidupan. Teguhkan hati, kuatkan langkah karena perjalanan kita masih panjang.

Sebuah Renungan

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
"Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?"
Tuhan menjawab,
"Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?" Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".

Malaikat menjawab dan takjub,
"Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!"
Tuhan menjawab,
"Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari".

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
"Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?"
Tuhan menjawab,
"Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata."
"Untuk apa?", tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan,
"Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka. CINTANYA TANPA SYARAT. HANYA ADA SATU YANG KURANG DARI WANITA, DIA SERING LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA..."

diambil dari : terselubung.blogspot.com