29 Oktober 2019

Fokus

Ada seorang anak yang setiap hari rajin sholat ke masjid, lalu suatu hari ia berkata kepada ayahnya, 
"Yah mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi"

"Lho kenapa?" sahut sang ayah.

"Karena di masjid saya menemukan orang² yang kelihatannya agamis tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain".

Sang ayah pun berpikir sejenak dan berkata, "Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan setelah itu terserah kamu".

"Apa itu?"

"Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah".

Si anak pun membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati², hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.

Sesampai di rumah sang ayah bertanya, "Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling masjid?", 

"Sudah".

"Apakah ada yang tumpah?"

"Tidak".

"Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?".

"Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini", jawab si anak.

"Apakah di masjid tadi ada orang² yang membicarakan kejelekan orang lain?", tanya sang ayah lagi.

"Wah, saya tidak dengar karena saya hanya konsentrasi menjaga air dalam gelas".

Sang ayah pun tersenyum lalu berkata, "Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu".

Marilah kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi positif.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Aamiin

Jangan Lihat Luarnya

Di balik goni yang terkesan tidak menarik ini ada buah apel yang segar dan nikmat, Begitu pulalah dengan keadaan sebagian manusia, kadang di balik tampilannya yang sederhana jauh dari kemewahan justru di dalam diri mereka ada hati yang mulia.

Maka ingatlah, bahwa tidak semua isi yang bagus terbungkus kemasan yang cantik dan mewah, banyak buah yang manis dan lezat justru dibalut dengan kulit yang kadang nampak kasar, keras bahkan jauh dari kesan indah.

Begitu jg seseorang yg kadang kau nilai jelek, susah dan bahkan jauh dari kesan menarik di mata mu belum tentu dia hina di sisi Allah, karena bisa jadi itu adalah cara Allah mencintainya dengan memberikan ujian untuk meningkatkan derajadnya kelak,

Sebaliknya seseorang yg kau nilai nampak menawan, kecukupan, bahagia dan penuh kemudahan dlm dirinya bukan berarti dia mulia di sisi Allah, karena bisa jadi itu adalah istidraj dari Allah untuk menghinakannya kelak,

Itulah kehidupan...

Allah tidak pernah melihat rupa dan harta melainkan Allah melihat akhlak dan amalmu,

Maka kita jangan terjebak dengan penampilan luar semata dlm menilai, karena jauh lebih penting isi dari pada sekedar kulit, meskipun tidak salah memperindah kulit juga.
Karena seseorang akan naik derajatnya dari hasil sikap dan amalannya bukan sekedar karena penampilannya saja, karena penampilan bisa saja menipu, Tapi sikap dan amalnya tidak bisa menipu Allah...

27 Oktober 2019

Iblis Itu Sangat Alim

Jika engkau bertanya tentang Al-Qur'an kpd iblis, maka iblis akan bisa menerangkan dengan sangat jelas, karena iblis tahu persis kapan ayat itu turun dari langit...

Jika engkau bertanya tentang ilmu hadist kepada iblis, maka iblis akan sangat pandai menjelaskannya,
karena iblis tahu asbabul wurud dari hadist tsb....

Jika engkau bertanya tentang kisah para nabi, iblis akan dengan tepat menceritakannya karena iblis sudah ada sejak nabi adam masih berada dalam surga...

iblis ahli alqur'an...
iblis ahli hadist....
iblis ahli riwayat..
iblis alim/pandai dalam segala ilmu...

Tapi iblis tidak menjadi kekasih Allah, karena dalam diri iblis ada kalimat...

AKU LEBIH BAIK DARI KAMU

Semoga sedikit ilmu yg dititipkan Allah Subhana Wa Ta'alla dihati kita tidak menjadikan kita sombong dalam segala urusan...
Juga paham bahwa ilmu tak menjamin orang pasti ta'at dan sholeh.

Yang aku takut...
Hatiku kian mengeras dan sulit menerima nasehat, namun sangat pandai menasehati

Yang aku takut...
Aku merasa paling benar, sehingga merendahkan yang lain.

Yang aku takut...
Egoku terlalu tinggi, hingga merasa paling baik di antara yang lain.

Yang aku takut...
Aku lupa bercermin, namun sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.

Yang aku takut...
Ilmuku akan membuatku menjadi sombong, memandang yang lain berbeda denganku.

Yang aku takut...
Lidahku makin lincah membicarakan aib orang lain, namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.

Yang aku takut...
Aku hanya hebat dalam berkata namun buruk dalam berbuat.

Yang aku takut...
Aku hanya cerdas dalam mengkritik, namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.

Yang aku takut...
Aku membenci dosa orang lain, namun saat aku sendiri buat dosa aku enggan membencinya.

Kiranya Allah Subhana Wa Ta'alla
senantiasa menyadarkanku sehingga lebih rajin instrospeksi diri daripada mengurusi orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur katanya lebih baik dari diriku. Aamiin...

SELALULAH MELIHAT KE DALAM HATI

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma shalii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa salim

Jadilah Orang Baik

Cobalah kita melempar bola pada dinding. Sekuat apa kita melempar, maka sekuat itu pula bola memantul ke arah kita. Lakukan berulang-ulang.

Dan berulang-ulang pula bola itu akan memantul
Sadar ataupun tidak kehidupan yang kita jalani sekarang ini seperti kita melempar bola pada dinding.

Sebesar apa kebaikan yang kita lakukan, sebesar itu juga kebaikan itu kembali ke kita. Sebesar apa keburukan yang kita buat maka sebesar itu juga keburukan itu kembali pada kita
Sadarkah kita, jika disekeliling kita berbuat baik-- itu karena buah dari kebaikan yang kita lakukan hari-hari sebelumnya. .

Jika mereka selalu menyakiti kita, yakinlah bahwa itu juga adalah buah dari kejahatan kita dimasa lalu

Maka sungguh Allah akan menghadirkan orang-orang baik disekeliling kita jika kita turut menjadi orang baik.

 Jika kita pandai menjaga amanah Allah, selalu menghadirkan senyuman bagi sesama, maka itu semua akan kembali kepada kita
Jasad boleh musnah ditelang tanah.

 Tapi nama akan harum mengabadi jika selama kita hidup di dunia kita menjadi orang baik. Jadilah orang baik, maka kebaikan itu akan kembali kepada pemiliknya.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri" (QS Al Isra: 7)

23 Oktober 2019

Rendah Hati

  • Berbicara sedikit mungkin tentang diri sendiri
  • Uruslah sendiri persoalan pribadi
  • Hindari rasa ingin tau tentang orang lain
  • Jangan campuri urusan orang lain
  • Terimalah pertentangan dengan gembira
  • Jangan memusatkan perhatian pada kesalahan orang lain
  • Terimalah hinaan & caci maki
  • Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan, dan dipandang rendah
  • Mengalah terhadap orang lain
  • Bersikap sopan & peka, sekalipun seseorang memancing amarah
  • Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai
  • Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat
  • Pilihlah selalu yang tersulit (yang orang tidak mau & malu lakukan)
  • Terimalah celaan walau anda tidak layak menerimanya.

Jangan sebar berita hoax

Jangan milenial seperti sekarang ini yang serba canggih dengan berbagai macam media sosial membuat orang mudah untuk mengakses segala informasi. Baik lagi santai tiduran dalam kamar, maupun di tengah hutan sekalipun asalkan ada koneksi internet.

Kadang informasi yang didapat pun tidak bisa di semua benar dan kadang malah menyesatkan. Mungkin karena kurangnya pemahaman yang bijak, kebanyakan orang malah bisa menjadi penyebar berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu.

Alangkah baiknya, sebelumnya berita itu beredar ke sosial media untuk diklarifikasi kebenarannya kepada sumber yang dapat dipercaya. Jangan sampai menjadi penyebar berita yang tanpa data yang tidak akurat. Tetap semangat dan jangan sebar berita hoax...😄😄