01 Juni 2020

Bayarlah hutang-hutang mu..

Sekitar 4 Tahun lalu..
Sahabat saya meminjam uang...
Tidak banyak
750 ribu Rupiah...
Dengan alasan untuk  Berobat anaknya..
Dan berjanji..
akan dibayar saat Gajian...

Saya berikan..
Dengan Niat menolong..
Sebulan kemudian..
Tibalah saat Gajian...
Saya menunggu...
Dengan harapan..
Sahabat saya Akan melunasinya..

Bulan pertama tak ada kabar..
Hingga bulan ketiga...

Sampai suatu saat..
Saya melihatnya..
Menggunakan Motor Baru (masih kredit) ...
Dan Baru saja selesai...
Belanja dimall..
Dengan barang Belanjaan yg cukup banyak..

Keesokan Harinya..
Saya coba hubungi..
Dengan niat menanyakan Kabar..
Namun...
Telfon saya tidak di angkat..
Saya sms...terkirim...
Namun tidak dibalas..
Hingga 5 hari...

Suatu ketika disebuah jalan
Tidak sengaja kami bertemu..
Seperti biasa..
Saya menanyakan kabar..
Dan pada akhirnya saya bertanya..
"Mas..saya butuh uang..
Bisa gak Hutangnya dilunasi segera"
Dengan lemah lembut..
Dan penuh senyuman..

Namun...
Dia membentak saya dengan Kasar...
Seraya berkata:

"KALAU ADA UANG JUGA UDAH DIBAYAR..
GAK PERCAYA BANGET"

lalu dia Pergi....

Sekitar 2 minggu kemudian..
Saya Ke tempat lomba ...
Gak sengaja melihat...
Dia sedang mendapat kemenangan sebuah kejuaraan lomba..
Dan ternyata...
Uang yang didapat lumayan besar. .

Berkali kali...
Saya melihatnya Hidup Mewah..
Namun tidak mampu..
Membayar Hutang...

Dan sekarang ..
Sudah 4 tahun lebih...
Sayapun sudah tidak berharap..
Hutang itu akan dibayar..
Karena tiap saya hubungi..
Tidak ada jawaban...
Dan selalu menghindar...

Saat itu ..saya seperti pengemis ...
Yg Meminta minta uang saya sendiri...

Sampai disini..
Saya hanya ingin..
Kalian yg memiliki hutang..
Agar segera melunasinya...
Karena..
Kekecewaan Orang yg kalian Hutangi. ...
Sama persis seperti yg saya tulis...
Tatkala kalian Menunda nunda..
Dalam membayar hutang...

Hiduplah...
Dengan apa yg kalian Miliki...
Dan Jangan memaksakan diri..
Meraih Kemewahan..
Dengan menyusahkan orang lain..

SEDERHANA dengan HORMAT...

Jauh lebih MULIA...

Dari KEMEWAHAN sebuah PINJAMAN..

Sumber : Aryo aji pangestu
--------------------------------------------

29 Mei 2020

Al-FATIHAH untuk DIRI SENDIRI

Pernahkah anda menghadiahkan Al-Fatihah untuk DIRI anda sendiri...? 

Jika belum, lakukanlah mulai hari ini karena ini adalah makanan yang baik bagi ROH kita, iaitu zikir-zikir dan Al-Fatihah. Ia adalah sebaik² hadiah untuk Ruhani kita.

CARA MENGAMALKANNYA :

Setiap pagi apabila kita bangun dari tidur...

1. "Beri salam" pada diri sendiri dahulu

2. Lalu panggil nama PENUH kita dengan lembut 3 kali

3. kemudian sentuh dada kiri kita ( jantung ) sambil mengucapkan : 

" ALHAMDULILLAH "

4. Kemudian katakanlah :
 Aku hadiahkan Al-Fatihah ini untuk diriKu sendiri, lahir dan batinku, Yaa Allah jagalah hamba-Mu ini, lindungi hamba-Mu, Jadikanlah hamba Penjemput rezeki Allah yang berlimpahan seperti air sungai yang mengalir tiada hentinya..
 Aamiin Ya Allah. 

Lalu  baca surah" Al-Fatihah 1x.

Lakukan sekarang kerana mungkin sudah lama atau tidak pernah anda menghadiahkan Al-Fatihah pada diri sendiri, lakukan sekarang dan nikmatilah RASAnya…

Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." 
(HR. Al-Bukhari)
Aamiin ya Rabbal'alamin

Saya doakan semua yang membaca dan mengaminkan doa ini, di beri rezeki melimpah 7 turunan dan diundang segera oleh Allah menunaikah Haji dan Umroh dengan cara2Nya.

Aamiin.... 🤲

Semoga bermanfaat dunia akhirat... Aamiin.

10 Mei 2020

Kau menangkan hatiku..


Semuanya berjalan seperti yang kau inginkan,
kau tersenyum bahagia saat pertama menemukan ku..
Minggu, 25 Agustus '05 saat karnaval di Samarinda ku..
tak ku kira, aku pun terpesona.. 
tak mampu aku sembunyikan perasaanku..

Sunyum manismu terbawa dalam mimpi-mimpiku..
Indahnya parasmu, menjajah hati ini..
hari-hari ku kembali berbunga..
Semangat ku kembali menyala..

Oh waktu.. jangan lah ini semua cepat berlalu..
Biarkan lah aku mencoba bahagia bersamanya..
Dia lah nafasku.. dia hidup ku..
Aku mencintainya.. sepenuhnya..

          kau disana, dan aku masih disini..
          Tiap hari kau sapa diriku dengan suara manja mu..
          seperti tersihir diri ini dibuatnya..
          Janji pun terucap untuk bersama selamanya..
          Janji ini akan diuji oleh jarak dan waktu..

Hati ini telah kau curi..
terbelenggu akan janji-janji manismu..

Betapa naif diri ini dibuatnya
lain dibibir, lain pula dihati..
Kau disana tak bisa menjaga sebuah arti kata setia,
kau mulai sekali berdusta..
aku tau, tapi apa mau dikata,
hati ini masih dibutakan dengan kata cinta..

Oh waktu.. mengapa kau pertemukan aku dengannya?
Kalau memang dia bukan untukku..
Kau sengaja mendua..
dan menyakiti ku dengan senyuman manismu..

Nyatanya janjimu tak semanis senyummu..
kau pergi sekehendak kau mau..
saat aku benar-benar mencintaimu..
sepertinya aku tak bisa hidup tanpamu..

          Yang kau tinggal hanya air mata dan kepedihan..
          hati ini yang terluka..
          perih.. sempurna sakitnya..
          semoga kau bahagia dengannya..

Kau memenangkan hati ini..
dan aku masih mencintaimu hingga saat ini..
tapi aku tak harus memiliki mu,
cinta ini tau, dimana harus berlabuh pada cinta yang sejati..

09 Mei 2020

Aku baru saja kehilangan orang yg tidak mencintaiku..


Ada seorang pria melamar seorang wanita yang sangat ia cintai.

Namun ternyata ia ditolak oleh sang wanita.

Akan tetapi, saat itu si pria tidak menampakkan wajah kesedihan.

Sahabatnya terheran, lalu bertanya, 
"Mengapa kamu tidak bersedih?
Bukankah engkau mencintainya dan ingin menjadikannya istri?"

Kemudian dia pun menjawab :
"Sungguh ini bukan kegagalan, bukan juga kesedihan. 
Ini petunjuk dan juga karunia Allah.
Ia Maha Pemberi Petunjuk jika kita bisa
menafsirkannya dengan benar.

Aku baru saja kehilangan orang yang tidak mencintaiku,

Seharusnya wanita itu yang bersedih karena
dia baru saja kehilangan orang yang mencintainya.."

Tuh kan, jadi yg Cintanya di tolak gak usah galau yaaa..

Karna Allah tahu mana yg terbaik buat hambanya

◦ ◦ ‘‘ѕαĻαм мαηιѕ вυαт γαηφ вαςα’’ ◦ ◦

Copas from. maithink bre tevuna

26 April 2020

Ketika PSBB, Pasar dan Mall Masih Buka Kok Masjid Ditutup?

Mari belajar pakai ilmu, jangan logika cocoklogi
---------------------------------------

Ketika PSBB, Pasar dan Mall Masih Buka Kok Masjid Ditutup?
By Ahmad Anshori, Lc - Apr 13, 202042809
 
Singapura menutup masjid karena wabah covid 19
Pasar, Mall Masih Buka Kok Masjid Ditutup?
“Keluar rumah berani. Ke pasar berani. Ke ruang publik berani. Giliran ke masjid takut corona.?”

Ini gimana ya…. Apakah ada tulisan utk meluruskan anggapan di seperti ini?

Dari : Jiddahnya Aiza, di Salatiga.

Jawaban:

Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalam’ala Rasulillah wa ba’du.

Mari coba kita dan luruskan.

Bila kita perhatikan, asal kerancuan Komentar atau lebih sesuai disebut nyinyiran di atas didasari oleh analogi (qiyas) antara masjid dan pasar.

Apakah analogi ini sudah tepat?

Singkat saja jawabannya, qiyas di atas kurang tepat. Alasan adalah sebagai berikut :

Pertama, menganalogikan pasar dengan Masjid, adalah bentuk perendahan kepada kemuliaan Masjid.

Kami teringat sebuah syair yang sangat menyinggung tentang hal ini,

وكيف يقال البدر أضوا من السها *** وكيف يقال الدر خير من الحصا

ألم ترى أن السيف يزري بقدره *** إذا قيل هذا السيف أمضى من العصا

Bagaimana bisa dikatakan purnama lebih terang dari bintang kecil.
Dan kerikil permata lebih berharga dari kerikil.

Bukankah martabat pedang akan berkurang, saat dikatakan pedang lebih tajam dari kayu?!

Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah. Sementara pasar adalah tempat yang paling dibenci oleh Allah. Bagaimana bisa kedua hal ini dibandingkan?!

Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا ، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا

Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid – masjid. Adapun tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar-pasar. (HR. Muslim)

Bagaimana bisa dibandingkan, tempat turunnya rahmat Allah dan para malaikat, dengan tempat berkumpulnya maksiat dan kefasikan (kecuali yang dirahmati Allah)?!

Kedua, masjid masih ada pengganti, sementara pasar tidak.

Melaksanakan sholat, bisa dimanapun asalkan tempatnya suci. Nabi shalallahu alaihi wa sallam yang mengatakan,

جعلت لي الأرض مسجدا وطهورا

“Seluruh bumi telah dijadikan tempat sujud (masjid) untukku, dan sarana bersuci.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Sementara pasar tidak sefleksibel tempat sholat. Pasar tidak bisa digantikan. Masyarakat butuh makanan pokok, kebutuhan sehari-hari, obat-obatan dll. Mereka tak bisa menemukan itu di rumah, di sawah, di hutan, di gunung, di gua, di tengah gurun pasir. Itu semua hanya bisa didapatkan di pasar.

Sehingga meski masjid ditutup karena alasan pencegahan corona, ibadah sholat tetap bisa dilaksanakan di rumah. Adapun jika pasar, toko, mall semua ditutup, kebutuhan makan dan kesehatan masyarakat tidak bisa terpenuhi. Padahal menjaga nyawa juga kewajiban.

Oleh karenanya para ulama hanya menghimbau menutup masjid, bukan pasar. Karena kewajiban melaksanakan sholat di masjid dapat tergantikan, masih bisa ditunaikan di tempat selain masjid seperti di rumah. Sementara kewajiban memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, tak dapat tergantikan, hanya bisa didapat di pasar, tak bisa digantikan.

Ketiga, konsentrasi masa di masjid, sifatnya berulang setiap hari, sementara di pasar, tidak.

Di masjid kita berkumpul dengan jama’ah lainnya setiap hari, bahkan sehari lima kali. Sementara orang belanja ke pasar tidak setiap hari, cukup sepekan sekali atau dua pekan sekali atau sebulan sekali. Sehingga potensi penularan corona di masjid, lebih besar.

Keempat, physical distancing sangat susah dilakukan di masjid, sementara di pasar lebih mudah.

WHO merekomendasikan menjaga jarak fisik sekurangnya satu meter, dalam rangka pencegahan virus Corona. Karena jangkauan drobplet yang menjadi media penyebaran virus Corona, adalah sekitar satu meter.

Di masjid kita dituntut untuk merapatkan shaf, atau setidaknya berdekatan. Kemudian karpet, sajadah masjid atau lantai tempat sujud, berhubungan langsung dengan mulut dan hidung, yang menjadi sumber penularan virus Corona. Ini menyebabkan penyebaran corona lebih cepat di masjid. Adapun di pasar, physical distancing lebih mudah diupayakan. Karena ruangnya yang lebih bebas dan luas.

Demikian, Wallahua’lam bis showab.

******

Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori, Lc
(Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)

25 April 2020

#dirumahaja

Merasa aman dari Corona karena merasa dekat
dengan Allah?? Anda KELIRU!!
Ketahuilah Wahai Saudaraku
Rasulullah adalah manusia yang paling dekat
dengan Allah, bersembunyi di Gua Tsur dari kejaran Kafir Quraisy. Bukan karena dia takut atau pengecut,tapi RISALAH AGAMA ini harus sampai ke generasi berikutnya..

Nabi Musa Alaihi Salam adalah salah satu Ulul
Azmi, salah satu manusia yang paling dicintai oleh Allah Subhanawataala berlari menyeberangi laut mati menghindari kejaran Firaun. Bukan karena dia takut atau pengecut tapi Agama ini tidak menginginkan umatnya mati konyol.

Nabi Ibrahim Alaihi Salam adalah manusia kedua yang paling dicintai oleh Allah Subhana waataala, dia pernah berlari dari kejaran Namrudz, bukan karena dia takut atau pengecut tapi agama ini kadang harus mengalah untuk menang.

Khalifah Umar Radhiyallahu Anhu adalah manusia yang dijamin masuk syurga pernah menghindari kampung yang terkena wabah (tha'un). Bukan karena dia takut atau pengecut tapi beliau berpendapat bahwa berlarilah dari takdir buruk ke takdir yang baik.

Dan kalian yang bukan Rasul, bukan Nabi,bukan
pula manusia yang dijamin Syurga dengan pongah seolah menantang wabah (tha'un) dengan berkata jika kita dekat dengan Allah maka wabah itu tidak akan mendekati kita.

Ketahuilah Saudaraku, jangan engkau JAHIL dengan ilmumu..bukankah lebih baik menghindari Mudharat daripada mengambil Manfaat??
Apa yang di putuskan MUI itulah yang terbaik untuk saat ini. Insya Allah sudah sesuai tuntunan.Yakin dan percaya para Ulama dalam mengambil keputusan di hati kecilnya pasti menangis sama seperti kita.

Sami'na Wa Ato'na

DirumahAjah

Copas dari Heri Heryanto

23 April 2020

Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT

Kalau memang kebersihan bisa mencegah corona. Mungkin Italia tidak akan gemetar karena corona, karena Italia termasuk Negara terbersih di Eropa. 

Kalau memang panas bisa membunuh corona. Mungkin Iran tak akan goncang karena corona, karena Iran negara gurun yang panas. 

Kalau memang kehati-hatian bisa mencegah corona. Mungkin pangeran Charles tidak akan terpapar covid19, karena hidupnya paling hati-hati dan terjaga.

Dan . . . .
kalau memang orang yang cuek dan sembrono (maaf) pola hidupnya pasti kena corona. Mungkin para pengamen jalanan, kuli-kuli kasar dan para pedagang pasar tradisional sudah pada tersungkur semua, 

Kenapa demikian..? 

Mungkin jawabannya karena hidup ini tidak harus selalu sejalan dengan teori, teknologi dan akal manusia....

Sudah banyak tenaga medis yang terpapar dengan virus Covid-19....
Apakah mereka tidak menggunakan APD dengan Benar...?
Atau apakah mereka tidak hati-hati dalam menjalankan profesinya...?

Belum tentu juga demikian...

Terus... apakah orang yang kelihatan sudah sedemikian dekat dengan Tuhan dijamin tidak akan terkena Corona...?

Tidak juga demikian... karena sudah ada beberapa para Hamba Alllah dan jemaahnya yang terindikasi kena Corona bahkan meninggal...

Diperhadapkan pada situasi seperti ini...

Allah seakan-akan hendak berbicara kepada Kesombongan kita Manusia... bahwa kita tanpa Tuhan memang hanyalah tumpukan daging yang bernafas...

hampa..

Dan akhirnya kita sebagai manusia dipaksa menyadari yang mana dalam hidup ini...

Jangan sekali-kali melupakan Allah dalam setiap helaan nafasmu...

Karena jika allah Berkehendak... Logika dan Teknologimu tak akan mampu melawannya..

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin....