
Tak pernah akan kusangka, semua akan seperti ini jadinya. Serasa ini terjadi baru kemarin. Aku mengenalmu dengan semua kepolosanmu, keluguanmu, dan keceriaanmu. Tak terasa waktu berjalan secepat yang aku bayangkan dan membuatmu berubah dan melupakan aku.
Kau tak kan tau apa yang aku rasa, dan tak kan pernah mencoba untuk ingin tau. Hati ini telah terpaut dan terikat dengan pesonamu. Ku coba tuk ku lepas rasa ini, tapi semakin sakit untuk ingari.
Setiap malam sunyi hadir, lamunanku hanya tertuju pada senyumanmu. Berat hati ini menyanggah rasa ini. Aku akui sepenuh hatiku, aku jatuh cinta padamu.
Oh Tuhanku, apakah aku salah membiarkan rasa ini berkembang kepada seseorang yang seharusnya tidak aku inginkan.
Hari ini akan bertambah perih melukai hati, bukankah aku harusnya bahagia melihatnya bahagia. Bukankah seharusnya kebahagiannya itu denganku, bukan dengan dia. Relakah aku melepasnya dengan butiran air mataku, yang aku tak tau, air mata ini air mata bahagia atau air mata derita.
Tidak, sekali lagi tidak.
Kau tidak boleh tau bila aku menyimpan rasa ini. Tak perlu ada hati yang lebih terluka oleh rasa ini. Biar kusimpan rasa ini bersama air mata hati. Melihatmu masih tersenyum adalah anugerah terindah bagiku.
Oh Tuhanku, aku telah salah jatuh cinta. Cintaku ini memang untuknnya, tapi cintanya bukan untukku. Aku mencintainya dan aku seharusnya tidak berharap dia mencintaiku.
0 komentar:
Posting Komentar